Pemerintah Impor Cabe dan Bawang ?
![]()

GORONTALO, (tubasmedia.com) – Pemerintah berencana mengimpor komoditas cabai dan bawang. Apa lasanya ? Sebab, dua jenis komoditas itu permintaanya meningkat sedang pasokan dari dalam negeri tidak mencukupi sehingga harganya naik.
“Semua aman menjelang puasa, hanya ada kenaikan harga cabai dan bawang, kemungkinan cabai dan bawang kita akan impor,” kata Menteri Perdagangan Rachmat Gobel, seusai meresmikan Pameran Pangan Nusa dan Produk Dalam Negeri Regional 2015, di Gorontalo, akhir pekan lalu.
Langkah tersebut tengah dipersiapkan lantaran produksi kedua komoditas tersebut musiman, saat produksi rendah dan permintaan tinggi maka tidak ada pasokan untuk memenuhi kebutuhan.”Cabai dan bawang merupakan produk musiman. Memang ada panen, namun belum bisa memenuhi kebutuhan nasional,” ujar Rachmat.
Saat ini pemerintah masih melakukan perhitungan jumlah yang akan diimpor. Namun, kebutuhan pokok menjelang bulan Ramadhan, masih aman. “Impornya masih akan dihitung dahulu,” ucap Rachmat.
Harga cabai merah besar di tingkat petani melonjak akibat tingginya permintaan pasar, khususnya menjelang bulan Ramadhan. Beberapa sentra penghasil cabai seperti Desa Serang di Purbalingga, Brebes, Kulon Progo, dan beberapa daerah di Jawa Timur.
Harga cabai merah besar mencapai Rp 20.000 per kilogram.”Sebelumnya, harga cabai merah besar hanya sebesar Rp 8.000/kg, sekarang sudah Rp 20.000/kg. Kalau di pasaran mungkin sudah mencapai kisaran Rp 40.000/kg,” kata seorang petani, Sugito. (siswoyo)
