Pantai Sereseh, Sampang Tercemar
![]()
Laporan: Redaksi

Ilustrasi
SAMPANG, (Tubas) – Ratusan nelayan di empat Desa ,masing-masing Desa Taman, Desa Labuhan, Desa Noreh serta Desa Sereseh Kecamatan Sereseh Kabupaten Sampang, mengeluhkan Pantai Sereseh yang tercemar dengan tumpahan minyak. Dugaan sementara tercemarnya pantai tersebut akibat adanya kapal karam bermuatan minyak mentah di sekitar perairan kepulauan Mandangin,
“Saya yakin minyak ini akibat adanya kapal yang karam,” ucap Jauwajir (36) warga Desa Labuhan Sereseh.
Tumpahan minyak yang mencemari pantai Sereseh. terjadi sejak tanggal 29 Agustus 2011 Namun hingga saat ini instansi manapun belum melakukan upaya pencarian sumber pencemaran tersebut.
“Kami ini cuma nelayan, tolong dong pemerintah memperhatikan nasib kami. Soalnya minyak ini merusak jaring dan menempel di kapal kami “.Terang H.Soleh (48) salah satu nelayan kepada tubasmedia.com.
Selain itu H.Soleh beserta nelayan yang lain,saat ini tidak bisa melaut akibat kapal mereka di kotori oleh minyak,sementara mereka lebih memilih untuk membersihkan kapal.
“Minyak yang menempel di kapal kami ini susah dibersihkan kalau tidak mengunakan minyak tanah. Lha semua kapal milik nelayan di Sereseh kena minyak, berapa kerugian nelayan” pungkasnya.
Jumlah kapal yang terkena tumpahan minyak akibat pencemaran sebanyak 450 kapal. Selain itu jaring nelayan yang di tanam dalam laut juga kondisinya kotor dan terancam rusak.
Hernandi Kusuma Hadi, Ketua LSM LP2M Sampang mengatakan kekesalannya dengan adanya tumpahan minyak mesterius di kawasan perairan Kecamatan Sereseh, pasalnya hingga saat ini belum ada upaya apapun untuk mencari tahu penyebab pencemaran tersebut.”Saya berharap agar pemerintah segera menindak lanjuti keluhan nelayan,’’ kata Hernandi. (zam)
