ILMATE Indonesia Tembus Panggung INNOPROM 2026

Loading

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Peluang kerja sama industri Indonesia di kawasan Eurasia semakin terbuka. Untuk memanfaatkannya, Indonesia membawa 16 pelaku industri dari sektor logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) ke INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, pada 6– 9 Juli 2026.

Mereka akan menampilkan berbagai inovasi, mulai dari teknologi kecerdasan buatan (AI), Virtual Reality dan RFID, industri kapal laut dengan komponen maritim, drone, energi surya, logam besi baja hingga permesinan industri.

“Melalui partisipasi tersebut, Indonesia tidak hanya mempromosikan produk unggulan, tetapi juga membidik kerja sama industri yang lebih konkret melalui perluasan akses pasar, kolaborasi produksi, dan penguatan rantai pasok dengan Rusia serta negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) dan juga BRICS,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Rabu (2/7).

Menperin Agus menuturkan, keikutsertaan sektor ILMATE di INNOPROM 2026 menunjukkan bahwa kapasitas manufaktur Indonesia terus berkembang dan semakin mampu bersaing di tingkat global.

“Kami ingin memperlihatkan kepada mitra internasional bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mitra industri yang mampu menghadirkan inovasi, teknologi, dan produk manufaktur bernilai tambah tinggi,” katanya.

Penguatan kapasitas tersebut tercermin dari kinerja sektor ILMATE yang terus tumbuh positif. Pada triwulan 1 tahun 2026, sektor ini mencatatkan pertumbuhan 4,28 persen (y-o-y).

Perannya dalam perekonomian nasional juga semakin strategis dengan kontribusi sebesar 4,28 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional atau hampir seperempat dari total PDB industri pengolahan nonmigas. Kinerja tersebut juga didukung oleh realisasi investasi yang mencapai Rp90,48 triliun.

Tulang Punggung

Sektor ILMATE merupakan salah satu tulang punggung transformasi manufaktur Indonesia karena menghasilkan produk dengan kandungan teknologi dan nilai tambah yang tinggi. Perusahaan-perusahaan yang dihadirkan di INNOPROM 2026 merepresentasikan kemampuan industri nasional di berbagai bidang, mulai dari teknologi digital, komponen maritim, energi surya, hingga drone.

Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengatakan, Indonesia di INNOPROM 2026 menjadi bukti bahwa industri nasional semakin mampu menghasilkan produk manufaktur berteknologi tinggi yang kompetitif di pasar internasional.

“Kami berharap kehadiran mereka dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi teknologi, investasi, dan pengembangan rantai pasok dengan mitra industri di kawasan Eurasia,” ungkapnya.

Hubungan industri Indonesia dengan kawasan Eurasia pun terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT PAL Indonesia dan Rosatom pada April 2026.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana industri maritim dan rekayasa Indonesia mulai terlibat dalam pengembangan teknologi berkelas dunia bersama mitra internasional.

Melalui partisipasi pada INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian berharap semakin banyak kemitraan industri yang berlanjut menjadi investasi, transfer teknologi, pengembangan rantai pasok, maupun kerja sama produksi.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat daya saing manufaktur nasional, tetapi juga membuka peluang pasar baru bagi produk industri Indonesia di kawasan Eurasia dan pasar global. (sabar)

 

CATEGORIES
TAGS

COMMENTS