Pertumbuhan Ekonomi Dipaksa ke Level 8 % ? Berujung Pada Inflasi Tinggi
JAKARTA, (tubasmedia.com) – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang dipaksakan hingga ke level 8% berisiko menimbulkan overheating economy atau ekonomi panas berlebih dan berujung pada inflasi yang tinggi.
Terlebih, Wakil Direktur LPEM FEB UI Jahen Fachrul Rezki mengatakan, potensi pertumbuhan ekonomi (potential growth) Indonesia diproyeksikan di bawah 5%.
“Potensi pertumbuhan kita di bawah 5%. Jadi akan overheating ekonominya kalau dipaksa ke atas itu. Kemungkinan juga inflasi naik atau juga perlu menaikkan utang pemerintah,” ujar Jahen seperti dikutip Kamis (6/3/2025).
Terpisah, Ekonom LPEM UI, Teuku Riefky mengatakan pertumbuhan ekonomi 8% membutuhkan investasi yang besar. Namun, investasi akan menjadi tidak efisien bila tidak diikuti program atau proyek produktif dan meningkatkan produktivitas sumber daya manusia (SDM) atau dunia usaha.
“Sehingga butuh sangat banyak investasi untuk mendorong naik hingga 8%. Implikasi adalah inflasi sangat besar dan tentu tidak bisa dipenuhi [hanya] dalam negeri, ujung-ujungnya pemerintah perlu cetak uang lebih banyak,” ujarnya.
“Sehingga dampaknya akan merembet, ke nilai tukar membengkak, trade balance dan current acount membengkak, defisit dan inflasi sangat tinggi,” ujarnya.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) dikabarkan tidak sepakat mengenai angka pertumbuhan ekonomi 8%. (sabar)