Kondisi Pasar Global Diharapkan Positif Dorong IHSG
![]()

JAKARTA, (tubasmedia.com) – Head of Research NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada memaparkan, laju IHSG hingga hari ketiga pekan ini belum juga menunjukkan adanya perbaikan dan masih berada di zona merah.
Aksi jual pelaku pasar pun masih terjadi. Baik terkait fundamental, teknikal, maupun sentiment-sentimen yang beredar di pasar turut mempengaruhi adanya aksi jual dari para investor.
“Lagi-lagi saham-saham big caps pun menjadi sasaran jual. Sebut saja, GGRM, UNVR, PGAS, BBCA, dan beberapa lainnya masih mengalami pelemahan yang cukup lumayan signifikan,” kata Reza, Kamis (16/4/15).
Selain tekanan jual dan beberapa berita negatif dari emiten, masih cenderung melemahnya nilai Rupiah dan imbas pelemahan laju bursa saham Asia masih menambah derita IHSG untuk tetap di zona merah. Sebelumnya disampaikan bahwa utang gap di level 5397-5411 (27-28 Maret 2015) telah terlunasi dengan adanya penurunan IHSG yang cukup signifikan.
Meskipun masih terdapat utang gap lama di level 5342-5372 (17-18 Februari) namun, tidak diinginkan agar IHSG dapat menuju ke level tersebut karena akan membuka tren pelemahan yang lebih panjang. “Kami harapkan, kondisi dari bursa saham global dapat sedikit lebih positif sehingga pelemahan dalam beberapa hari ini dapat dimanfaatkan untuk kembali mengakumulasi dan IHSG pun dapat lebih terbatas penurunanya,” imbuh Reza.
Di sisi lain, tetap harus cermati dan antisipasi bila terdapat potensi pelemahan lanjutan. Terlihat laju IHSG pun hampir mendekati utang gap berikutnya namun, masih tertahan dengan adanya aksi beli tipis. Investor asing masih melakukan nett sell (dari net sell Rp 502,70 miliar menjadi net sell Rp 654,79 miliar).
Pada perdagangan Kamis (16/4/15) IHSG diperkirakan akan berada pada rentang support 5390-5408 dan resisten 5426-5446. Laju IHSG gagal mendekati area target resisten (5440-5456) dan sempat berada di area target support (5390-5400) meski mampu berakhir di atas area tersebut.
Pasca utang gap di level 5397-5411 (27-28 Maret 2015) telah terlunasi dengan adanya penurunan IHSG yang cukup signifikan sebelumnya, masih ada utang gap lama di level 5342-5372 (17-18 Februari). “Namun, sesuai dengan perkiran kami di mana IHSG tidak menuju ke utang gap tersebut karena tertahan dengan adanya aksi beli di akhir perdagangan,” ujar Reza.
Meski tren pelemahan masih terjadi namun, mulai adanya aksi beli diharapkan dapat berlanjut untuk membuat IHSG dapat bergerak positif meninggalkan keterpurukannya. Meski demikian, tetap harus cermati dan antisipasi bila terdapat potensi pelemahan lanjutan.
Pertimbangan saham-saham antara lain :
INTP 22450-23150|PiercinEg line bertahan di middle Bollinger band (MBB ). RSI berbalik naik diikuti peningkatan parabolic SAR|Trd buy slm bertahan di atas 22850
AKRA 4980-5150|Bullish harami cross di bawah MBB. William’s %R mencoba bergerak naik diikuti peningkatan MFI|Trd buy slm bertahan di atas 5000
PTPP 3855-4005|Morning star bertahan di atas MBB. %relative performance berbalik naik diikuti peningkatan momentum|Trd buy slm bertahan di atas 3960
DILD 590-675|Morning star bertahan di atas MBB. Target support 580 dapat bertahan. Mass index bergerak naik diikuti peningkatan momentum|Trd buy slm bertahan di atas 610
LINK 5825-6100|White marubozu menuju MBB. Target 5975 terlampaui. William’s %R mencoba naik diikuti peningkatan stochastic|Trd buy slm bertahan di atas 5950
ACST 4985-5275|Inverted hammer di area lower Bollinger band (LBB ). RSI berbalik naik diikuti pembalikan naik MFI dan Mass index|Trd buy slm bertahan di atas 5050. (angga)
